Penjelasan Tentang Burung Terkecil Di Dunia           

Mungkin beberapa dari kamu sudah tak asing lagi dengan hewan yang bernama burung, hewan tersebut merupakan salah satu hewan favorit dari masyrakat Indonesia.

Nah, burung sendiri memiliki beberapa ukuran yang terdapat di dunia, ada yang besar seperti burung unta dan ada juga yang kecil.

Untuk kali ini kami akan membahas burung yang ukurannya kecil tersebut, mungkin kamu berpikir bahwa burung yang kecil tersebut merupakan burung pipit.

Tapi tahukah kamu bahwa terdapat burung yang sangat kecil, bahkan hanya seukuran lebah saja.

Untuk tempatnya sendiri cukup jauh dari Indonesia, yaitu terletak pada kepulauan karibia, lebih tepatnya di daerah yang bernama Kuba.

Nama burung tersebut adalah Kolibri Lebat atau dalam Bahasa inggris disebut juga Bee Hummingbird.

Burung tersebut hanya memiliki Panjang sekitar 5 sentimeter, dan berat hanya sekitar 2 gram saja, burung ini terbang disekitaran bunga dan jika tak diperhatikan dengan seksama maka kita akan mengiranya sebagai lebah.

Namun meskpun ukurannya kecil, hewan yang satu ini mampu mengepakan sayapnya sebanyak 80 kali perdetik selama ia terbang, angka tersebut bertambah ketika memasuki musim kawin, maka kepakannya akan menjadi 200 kali perdetik.

Mereka dikenal sebagai burung kolibri atau juga lebah, nama tersebut diberikan karena sesuai dengan fisik mereka yang tak jauh berbeda dengan lebah.

Untuk jenis betinanya sendiri bisa tumbuh hingga 61 milimeter terhitung dari paruh hingga ke ekornya, sedangkan untuk jenis kelamin jantannya sendiri hanya mencapai 55 milimeter dengan berat masing-masing untuk betina 2,6 gram sedangkan jantan 1,95 gram.

Faktanya juga detak jantung mereka bisa mencapai 1.250 detak per menitnya lho, sebagai gambaran, detak jantung burung gereja rumah sekitar 460 detak per menit, detak jantung ayam sekitar 245 detak per menit.

Kebanyakan manusia memiliki detak jantung istirahat 60-100 kali per menit. Satu-satunya hewan yang diperkirakan memiliki detak jantung lebih cepat adalah tikus Etruria, yang bisa mencapai 1.511 detak per menit.

Fakta lainnya juga bahwa burung yang satu ini memiliki musim kawin yang berlangsung dari Maret hingga Juni, dan selama masa kawin sedang berlangsung warna dari kepala, dagu, tenggorokan burung jantan yang satu ini akan menjadi lebih cerah.

Hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dari lawan jenisnya tersebut, hewan ini juga diketahui lebih senang hidup menyendiri, walaupun pada musim kawin kelompok jantan akan beryanyi sehingga membuat burung betina berkungjung dan memilih pasangan tersebut.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa burung yang satu ini hanya sebesar lebah, maka ukuran dari telur burung ini juga sangat kecil hanya sebesar biji kopi.

Biasanya mereka akan menaruh telur mereka di sarang yang mereka buat mengguakan serpihan sarang, laba-laba, kulit pohon, lumut, dan juga serat tanaman, dan ukuran sarang tersebut lebih kecil dari bola golf.

Untuk masa pengeramannya sendiri memakan waktu 15 hingga 18 haru lamanya, dan burung tersebut akan memasuki fase dewasa sekitar 18 hingga 38 hari setelah mereka menetas.

Namun meskipun sudah dewasa dalam waktu yang cepat, untuk kematangan reproduksi sendiri memakan waktu lebih lama yaitu 1 tahun, dan masa hidup mereka bisa mencapai kurang lebih 7 tahun di alam liar.

 

Nah, kira-kira itulah sedikit penjelasan mengenai burung Kolibri yang kurang lebih ukurannya seperti lebah ini.

Semoga article ini membantu kamu menambah pengetahuan dan juga informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *