7 Jenis Burung Merpati Unik dan Cantik

Ternyata, merpati yang selama ini kita lihat bukan Cuma memiliki jenis merpati balap atau merpati pedaging saja.

Masih ada banyak lagi kelompok merpati hias. Merpati jenis ini juga diketahui banyak disukai oleh para pecinta burung, karena fisik tubuhnya yang unik dan enak di pandang.

Sebagian besar varietasnya merupakan burung impor dari daerah dataran eropa, India, dan lain-lain. Namun, ada juga merpati local yang berasal dari Indonesia.

Tercatat ada sekitar 301 spesies merpati yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri telah tersebar berbagai komunitas pecinta merpati hias dari berbagai provinsi.

Nah, untuk kalian yang ingin tahu jenis-jenis merpati, di bawah ini ada beberapa jenis merpati yang sangat mudah ditemui.

Jenis Burung Merpati Tercantik dan Unik

Merpati dan Dara merupakan hewan yang sama. Bedanya, di beberapa kelompok masyarakat seringkali memiliki istilah penyebutan yang berbeda, sesuai dengan kebiasaan di daerah tersebut.

Di beberapa daerah, menyematkan penyebutan merpati untuk merpati hias atau merpati balap. Sedangkan untuk sekelompok pedaging, mereka lebih suka menyebutnya dengan sebutan dara atau doro dalam Bahasa Jawa.

1.Merpati King / Show King

Merpati ini dulunya merupakan merpati pedaging yang diperuntukkan untuk keperluan konsumsi, namun seiring berjalannya waktu, jenis ini dikembangkan beberapa varietasnya sebagai burung hias.

Tujuannya adalah untuk di pakai dalam kontes burung merpati. Umumnya, jenis ini memiliki ciri-ciri bodi yang bulat / gemuk.

2.Merpati Mondain

Berasal dari prancis, merpati ini awalnya hanya digunakan sebagai merpati pedaging karena bentuk badannya yang gemuk dan bulat besar.

Menariknya lagi, merpati ini memiliki kaki yang pendek, sehingga tampak dadanya hampir menyentuh permukaan lantai.

3.Merpati Maltese

Merpati dari Austria dan Italia ini disebut juga sebagai Poule Maltaise, Malteser. Awalnya jenis ini juga merupakan pedaging.

Namun kemudian dikembangkan menjadi merpati hias. Ciri nya adalah bagian leher dan kakinya yang panjang sedangkan badannya pendek dan sedikit bulat.

4.Merpati Modena

Merpati ini awalnya berasal dari daerah Modena, Italia bagian Utara. Kemudian di ekspor ke berbagai negara hingga akhirnya tersebar.

Tubuhnya bulat gemuk, pendek, berekor pendek, berukuran sekitar 25 cm. merpati jenis ini dibagi menjadi Gazzi atau Pied, Schietti atau Self berwarna, dan Magnani atau Harleyquin. Di Indonesia sendiri, jenis ini lebih dikenal dengan American Modena dan English Modena.

5.Merpati Jacobin

Merpati yang berasal dari India ini memiliki ciri khas dimana bentuk bulu di sekitar kepala hingga lehernya menyerupai mantel.

Ciri lainnya adalah tubuhnya yang sedikit tegak dan terangkat ke atas, sedangkan ekornya turun menyentuh lantai.

6.Merpati Satinnete Oriental Frill

Merpati ini berasal dari Turki dan mulai dikembangbiakkan sejak masa kesultanan Turki. Satinette Oriental Frill terbagi menjadi dua, yaitu Classic Oriental Frill dan Modern Oriental Frill.

Secara umum, keduanya memiliki ciri yang hampir sama, yaitu memiliki jambul, dan frill / bulu terbalik dari leher sampai sekitar dada.

Sedikit perbedaannya adalah merpati modern satinette, ukuran tubuhnya lebih besar dan paruhnya lebih pendek.

Motif pola warna batiknya, hanya bisa dilihat pada sayapnya, motifnya memang tak hanya batik melainkan tetap berkembang menjadi motif bliebar, redbar, yellow, dan lain-lain.

7.Merpati Blondinette Oriental Frill

Merpati yang juga berasal dari Turki ini juga memiliki motif batik yang berada di tubuhnya. Pola ini meliputi seluruh bagian tubuhnya sehingga tidak membentuk pola saddle.

Jenis ini jiga dibagi menjadi jenis  classic dan modern. Bedanya adalah ukuran tubuh modern lebih besar dibandingkan classic.

Itulah 7 jenis merpati yang sering kita temui. Kalian pernah liat yang mana saja?

Jenis Burung Beo di Indonesia

Beo merupakan nama burung yang terkenal pintar dalam menirukan suara yang sudah didengarkan. Misalnya meniru beberapa kata yang diucapkan manusia.

Kepandaian itu jarang untuk dapat dikuasai burung-burung kicau lainnya. Karena itulah, banyak burung Beo yang telah menjadi hewan peliharaan manusia karena kepintarannya dalam menirukan suara.

Selain itu, jika melihat lingkup tinggal burung beo pada habitat aslinya, bisa diketahui jika penyebarannya ada di hutan-hutan basah serta pada daerah perbukitan.

Burung beo sendiri daerah penyebarannya bisa dijumpai mulai dari Himalaya, Sri Langka, India, Filipina, Jawa, sampai kepulauan bkecil Sunda.

Jenis-Jenis Burung Beo di Indonesia

Burung beo sendiri memiliki jenis yang beraneka macam juga. Terdapat sekitar 4 jenis burung beo yang menyebar pada seluruh daerah tadi.

Jika dilihat dari pembagian jenisnya, ada Beo Biasa, Beo Nias, Beo Enggano, dan Beo Srilanka. Untuk makanannya sendiri burung beo sangat suka dengan buah-buahan berdaging tebal dan tidak keras.

Kadang-kadang, burung beo juga suka meminum nectar bunga. Selanjutnya dalam kesehariannya dalam mencukup kebutuhan untuk tubuhnya burung ini bisa memakan belalang, jangkrik, capung, atau telur semut.

1.Beo Nias

Beo Nias merupakan hewan khas dari pulau Sumatera. Spesies ini dapat berbicara dengan cara mengulang perkataan manusia yang sudah didengarnya. \menyaksikan burung ini sama

Burung beo Nias tampak lebih besar dan terlihat lebih gagah. Panjangnya bisa mencapai sekitar 36 cm. Beberapa cirinya antara lain bagian kepalanya punya bulu yang pendek.

Pada sepanjang cuping telinganya menyatu pada belakang kepala yang berbentuk gelambir. Mirip dengan cengger ayam yang ada di telinga dan warnanya kuning mencolok.

Pada bagian sisi kepalanya ada sepasang pial berwarna kuning. Bagian iris matanya punya warna coklat gelap. Paruhnya besar dan runcing dengan warna kuning oranye.

Tubuhnya tertutup bulu yang berwarna hitam pekat, namun di ujung sayapnya berwarna putih. Di bagian kedua kaki warnanya kuning serta punya 4 jari kaki.

Makanan yang disukainya adalah buah-buahan, biji-bijian, dan serangga. Saat berkembang biak, burung ini memiliki musim bertelur, yaitu antara bulan Desember sampai dengan Mei.

Umumnya, pohon-pohon yang telah lapuk atau batang pohon tinggi yang masih berdiri tegak, jadi tempat paling nyaman yang dipilih oleh betina yang akan bertelur.

Umumnya, betina burung beo populasinya mulai punah. Burung ini biasanya menelurkan 2 – 3 butir telur saja.

Kemudian, mereka akan mengerami telur yang warnanya biru muda dengan terdapat bercak coklat dan ungu muda.

Ukuran telur yang kurang lebih 26 – 37 mm ini akan menetas kurang lebih tiha minggu.

2.Beo Jawa

Beo Jawa ini merupakan burung beo asli pulau Jawa dan Sumatera. Bentuk fisiknya mirip dengan beo Nias namun lebih kecil. Panjang tubuhnya dari paruh sampai ekor rata-rata 29 hingga 30 cm.

Burung ini juga memiliki jawer yang berbeda. Beo jantan dan betina sama-sama punya kemampuan untuk dilatih berbicara.

Apalagi jika kalian melatihnya sejak masih kecil. Maka, naluri mereka akan semakin cepat menguasai kalimat demi kalimat yang sering diucapkan pemiliknya.

Melatih burung beo dewasa atau tangkapan hutan pasti akan perlu waktu yang sangat lama sebelum mereka beradaptasi dengan manusia serta lingkungan sekitarnya.

Itulah beberapa jenis burung beo yang bisa kalian lihat di Indonesia. Lucu dan pintar-pintar sekali ya burung beo ini!

4 Jenis Elang Yang Ada Di Pulau Jawa

Indonesia seringkali menjadi tujuan migrasi dari burung-burung jenis raptor ini. Elang merupakan burung yang memiliki sekitar 21 jenis yang menyebar di seluruh Indonesia. 

Dari 21 jenis tersebut, 16 di antaranya memiliki penyebaran di pulau Jawa, mau tau apa saja? Yuk simak di bawah ini.

Jenis Elang Yang Ada di Pulau Jawa

Selain itu, elang-elang ini juga bisa kalian pelihara di rumah loh. Asalkan kalian tahu cara merawatnya dan bisa memenuhi setiap kebutuhannya.

1.Elang Jawa

Elang Jawa merupakan spesies elang endemic di Pulau Jawa atau hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa saja.

Spesies burung pemangsa ini termasuk jenis yang paling dilindungi di Indonesia karena populasi mereka yang terus mengalami penurunan tajam.

Elang Jawa identic dengan lambing negara kita, Burung Garuda. Burung ini sejak 1992 memang sudah berpenampilan gagah dan ditetapkan sebagai mascot satwa langka Indonesia.

Ciri-ciri elang Jawa adalah kepala berwarna coklat kemerahan dengan jambul hitam berujung putih yang terdiri dari 2-4 helai bulu yang menonjol.

Tengkuk coklat kekuningan dan tampak berkilau keemasan jika terkena cahaya. Sayap bulat dengan ujung yang menekuk sedikit ketika terbang.

Saat berburu, elang Jawa akan mencari mangsa berupa tikus, kadal, tupai, bajing, ayam hutan, kelinci, dan hewan0hewan kecil lainnya.

Elang Jawa cukup disukai oleh para kolektor satwa langka, karena harganya yang sangat tinggi membuat jenis elang ini banyak diburu untuk diperjual belikan.

2.Elang Brontok

Elang brontok atau Changeable Hawk memiliki penampilan yang mirip dengan elang Jawa. Karena itu pula banyak orang yang sering salah mengidentifikasi dan menganggap elang ini sebagai eang Jawa.

Elang Brontok memiliki ukuran sedang sekitar 60 sentimeter. Elang ini juga terdiri dari banyak ras yang memiliki penampilan berlainan, seperti ada yang memiliki jambul ada juga yang tidak.

Namun, elang ini memiliki penyebaran yang cukup luas dan menempati habitat yang lebih bervariasi sehingga populasinya lebih aman.

3.Elang Bondol

Elang Bondol memiliki ukuran tubuh sedang yaitu sekitar 45 sentimeter. Elang ini sangat terkenal sebagai mascot DKI Jakarta yang menggemaskan.

Burung ini punya kemiripan dengan elang botak dari Amerika namun ukuran tubuhnya lebih kecil. Elang ini memiliki kemampuan Hoovering saat terbang sehingga dimasukkan ke dalam golongan Kite.

Ciri khasnya adalah warnanya yang putih dan coklat terang, burung dewasa memiliki kepala, leher, dan bagian dada berwarna putih, sedangkan sayap, bagian bawah perut dan punggung, serta ekornya berwarna coklat terang.

Burung remaja memiliki tubuh berwarna kecoklatan dengan coretan pada dadanya. Di tahun kedua, warna tubuhnya akan berubah menjadi putih keabu-abuan dan akan mencapai bulu dewasa pada tahun ke tiga.

Elang ini lebih sering terlihat sendirian namun dalam wilayah dengan makanan berlimpah mereka akan membentu kelompok hingga 35 individu.

Kebiasannya adalah terbang rendah di atas permukaan air untuk mencari makanannya seperti ikan, udang, atau kepiting.

4.Elang Ular Bido

Elang ini memiliki ukuran tubuh sedang sekitar 50 – 60 sentimeter. Elang ini terkenal sangat berisik dan mudah dijumpai di semua ketinggian.

Burung ini termasuk jenis burung yang adaptif dan memiliki habitat yang beragam mulai dari htan primer, sekunder, perkebunan, hutan pantai, hingga habitat penduduk.

Elang ini juga memakan tikus, kadal, tupai, dan hewan-hewan kecil lainnya. Hewan ini dikenal memiliki kulit yang kebal terhadap bisa ular.

Itulah 4 dari beberapa jenis burung elang yang ada di pulau Jawa.

Yuk Perhatikan Cara Memilih Sangkar Burung Yang Benar

Memelihara burung menjadi hobby bagi sebagian orang  terutama di Indonesia. Bahkan, ada banyak komunitas pecinta burung yang dibangun.

Untuk kalian yang gemar memelihara burung, pastikan juga kalian telah memenuhi kebutuhan peliharaan kialian. Tak terkecuali sangkarnya.

Cara Memilih Sangkar Burung yang Benar

Sangkar burung ini bukan hanya sebagai kandang dan aksesoris saja. Beberapa orang menilai sangkar menentukan keberuntunga burung, terlebih untuk jenis burung yang dilombakan.

1.Perhatikan Desain dan Bentuk

Sebelum membeli sangkar, kalian sebaiknya memperhatikan desain dan bentuk sangkar seperti apa yang diinginkan.

Ada sangkar yang berbentuk bulat dan kotak. Sangkar yang bulat biiasanya memiliki desain lovebird dengan ukuran tinggi.

Sedangkan sangkar kotak memiliki ruang yang lebih luas. Masing-masing bentuk juga harus disesuaikan dengan burung yang akan dipelihara.

2.Pilih Material Bahan Sangkar

Bahan besi dan kayu bisa dijadikan sebagai material dasar sangkar burung. Bahan besi cenderung lebih kokoh dan anti patah.

Namun, kalian juga harus memastikannya telah dilapisi bahan anti karat agar burung tetap nyaman. Sedangkan sangkar berbahan kayu lebih alami dengan harga yang lebih mahal. Wajar saja, karena bahan ini membuat burung terasa tinggal di alam.

3.Sesuaikan Ukuran Dengan Kebutuhan

Ada berbagai macam ukuran sangkar burung yang tersedia di pasaran. Mulai dari kecil, sedang, hingga besar.

Kalian bisa menyesuaikan dengan jenis burung yang dipelihara. Jika memelihara burun beo atau merpati hutan, kalian bisa memilih sangkar ukuran besar.

Sebaliknya, apabila yang dipelihara adalah burung ukura mungil, pilihlah sangkar berukuran kecil sehingga lebih praktis.

Umumnya sangkar kecil untuk burung yang sering diikutkan dalam kompetisi nyanyian burung.

Rekomendasi Sangkar Burung Terbaik

Dibawah ini kami berikan rekomendasi sangkar burung terbaik yang bisa kalian jadikan pertimbangan.

1.Sangkar Burung Sanko 824

Sangkar burung Sanko seri 824 terbuat dari material bahan besi yang tebal dan tak mudah berkarat. Untuk bagian tatakannya terbuat dari bahan plastic yang kokoh dan tidak muda pecah.

Desainnya simple dan juga unik dengan dimensi ukuran yang cukup besar, yaitu 39 x 34,5 x 45,5 cm. ukuran ini ideal untuk semua jenis burung dan tentunya mudah dibersihkan.

2.Sangkar Burung Panda

Berdesain bulat atau lovebird, sangar ini memiliki harga yang ekonomis dan tidak menguras kantong. Sangkar ini memiliki warna hitam dengan desain minimalis.

Bisa dipastikan burung peliharaanmu akan tinggal dengan nyaman di dalam sangkar ini. Kalian juga bisa menambahkan aksesoris tangkringan, gantungan, pion kayu, serta gepuk.

3.Sangkar Radja Ferrari

Ukuran sangkar ini cukup luas dan tinggi. Selain itu, warna merahnya mencolok dengan mocel Ferrari.

Sangkar ini juga dilengkapi dengan wadah air menggantung, tempat makan burung, dan kunci untuk menjaga keamanannya.

4.Sangkar Besi Dayang

Sangkar ini terbuat dari bahan besi yang tipis dan kokoh. Bentuknya bulat dengan ukuran diameter 40 cm dan tinggi 90 cm.

Produk ini juga dilapisi dengan cat berwarna yang membuatnya tidak mudah karatan. Sangkar ini juga cocok untuk burung perlombaan.

5.Sangkar Burung Jati

Sangkar ini terbuat dari bahan kayu jati sederhana dengan desain minimalis dan warna natural. Ukurannya nomor dua dengan dimensi 37 x 37 x 65 cm.

Sangkar ini cocok digunakan sebagai sangkar burung cucak ijo, kenari, ciblek, kacel, dan lain-lain. Selain itu, sangkar ini juga dilengkapi dengan karpet, dua  buah tangkringan, dua buah cepuk, dan ratai.

Itulah cara memilih sangkar burung terbaik untuk peliharaan kalian serta beberapa rekomendasi sangkar  burung.

10 Jenis Burung Kenari di Indonesia

Burung kenari yang berasal dari Pulau Canary, Kepulauan Canary merupakan hasil kawin silang oleh para peternak kenari.

Burung ini sudah memiliki banyak peminat di Indonesia. Para pecinta burung terutama yang suka mengikuti perlombaan pasti akan mencari burung ini.

Nah, burung ini sendiri memiliki banyak jenisnya. Untuk kalian yang penasaran, yuk simak di bawah ini.

10 Jenis Burung Kenari

Banyaknya burung kenari merupakan hasil perkawinan silang, jadi sekaeanf di Indonesia sidah tersebar luas semua jenis burung kenari.

1.Kenari Lizard

Burung ini merupakan burung kenari tertua. Pasalnya, burung jenis ini sudah dikembangkan sejak tahun 1700-an.

Asalnya sendiri awalnya dari negara Perancis. Namanya didapat dari corak warna bulunya yang mirip dengan warna sisik pada kadal.

Warna kuning cerah ditambah coklat gelap pada sayap dan kepala berwarna kuning namun dibalut warna hitam pada matanya membuat burung ini tampak menarik.

2.Kenari Lancashire

Burung ini memiliki bulu yang sangat cantik. Ia berwarna kuning dengan tambahan warna putih sehinga membuatnya tidak hanya terlihat cantik namun juga mewah.

Burung ini termasuk gagah karena postur tubuhnya yang seperti selalu tegap. Panjang dari burung ini adalah 20 cm jadi cukup besar dan burung ini berasal dari Inggris.

3.Kenari Crasted

Si kecil crasted ini mempunyai keunikkan pada jambulnya yang tumbuh di atas kepala. Jambulnya terlihat seperti mahkota sehingga menambah kecantikan burung ini.

Warna kuning yang menyelimuti tubuhnya dengan sedikit dibalut warna puith dan tumbuhnya bulu-bulu diatas keala membuatnya memiliki daya Tarik tersendiri. Burung ini dikenal merupakan burung dari kebangsaan scotlandia.

4.Kenari Frill

Burung yang berasal dari negara kincir angina, Belanda ini memiliki keunikkan yang cukup menarik. Keadaan bulunya membuat keunikkan tersendiri.

Bulu yang tidak beraturan membuatnya berbeda dengan kenari lainnya. Selain itu, ukuran tubuhnya juga cukup besar, lebih besar dari kenari lainnya, yaitu 21 cm dan lebar29 cm.

Warnanya kuning dengan campuran warna putih serta memiliki kepala yang berwarna sedikit hitam.

5.Kenari Scotch Fancy

Burung yang berasal dari scotlandia ini memiliki ciri khas badan yang membungkuk dan bisa tumbuh sampai sekitar 18 cm.

Warnanya kuning gelap dan hitam hampir sama rata. Namun, kenari ini tetap terlihat unik dan menarik bagi para pecinta burung.

6.Kenari Melayu atau Kenari Gunung

Jenis ini memiliki perkembangan yang sangat banyak di pegunungan serta di pulau Jawa. Hidupnya lebih suka sendiri dibanding kenari lain yang dikenal lebih suka berkelompok.

Warna bulunya sendiri dominan hitam keabu-abuan serta memiliki sedikit sentuhan warna kuning.

7.Kenari Yorkshire

Kenari ini memiliki bulu dengan dominan warna kuning dan sedikit warna putih. Burung ini berasa dari negeri Amerika.

Postur tubuhnya yang besar membuat jenis burung kenari ini terlihat gagah dan digemari di Indonesia.

8.Kenari Waterslager

Waterslager merupakan kenari yang berasal dari negara Belgia. Suara kicauan kenari ini terdengar bagus karena suaranya mirip dengan gemercik air.

Panjangnya sekitar 16,5 cm dengan warna bulu yang indah, yaitu kuning dan warna sedikit warna putih sehingga lebih menarik dilihat.

9.Kenari Spanish Timbrado

Kenari ini berasal dari Spanyol dan dikenal dengan keunikkan suaranya yang nyaring dan jernih. Keindahannya juga bisa dilihat dari warna bulunya yang dominan putih dan sedikit coklat.

10.Kenari Norwich

Kenari ini berasal dari negara Inggris. Keunikkannya berada pada warna bulunya yang bercampur-campur dari putih hingga cinnamon. Ukuran tubuhnya bisa dibilang cukup besar bisa sampai 16 cm.

Itulah 10 jenis kenari yang ada di Indonesia. Gimana, lucu-lucu kan?