Jenis Burung Kecil Yang Bisa Kalian Jadikan Peliharaan

Ada banyak sekali jenis burung yang hidup di dunia berdampingan dengan manusia. Mereka memiliki suara yang bagus dan gacor sehingga sangat cocok untuk kalian jadikan sebagai burung peliharaan.

Berbicara mengenai burung peliharaan, ada banyak sekali jenis yang bisa kalian temukan di sekitar tempat tinggal kalian.

Untuk membedakan jenis – jenis burung peliharaan salah satunya dilihat dari ukurannya. Misalnya saja jensi – jenis burung kecil yang banyak dipelihara karena rajin berkicau dan memiliki penampilan yang bagus.

Keuntungan lain yang bisa kalian dapatkan saat memelihara jenis burung ini adalah cara perawatannya yang mudah dan tidak makan banyak biaya.

Hal ini dikarenakan jumlah pakannya cenderung lebih sedikit dan juga ukuran kandangnya yang tak terlalu besar sehingga tidak menguras banyak uang serta ruangan di dalam rumah.

Walaupun ukurannya kecil, namun kualitas suara dan penampilan burung – burung ini juga bagus loh, karena mereka rajin berkicau sehingga tak jarang diikutsrtakan ke dalam kontes.

 

1.Burung Kenari

Burung Kenari

Siapa sih yang tak kenal burung kenari? Jenis burung kecil ini banyak dipelihara di rumah karena coraknya yang beragam serta harganya yang relative terjangkau.

Burung kenari atau Serinus canaria awalanya merupakan hewan endemic Kepulauan Canary, Spanyol. Namun burung kecil ini menyebar hampir ke seluruh dunia yang dibawa oleh para penjajah sebagai hewan peliharaan. Termasuk saat bangsa Belanda datang ke Indonesia.

Secara fisik burung kenari memiliki ukuran tubuh berkisar antara 10-12 cm dari ujung paruh hingga ekor dengan bobot hanya sekitar 15 gram saja.

 

2.Burung Pleci

Burung Pleci

Burung Pleci yang termasuk ke dalam family Zosteropidae menyebar di berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, dan Austraia.

Burung pleci juga biasa disebut sebagai burung kacamata dikarenakan corak putih melingkar di sekitar area mata yang mirip seperti sedang memakai kacamata, lho.

Walaupun memiliki ukuran badan kecil berkisar 15 cm, burung pleci dikenal gacor dan memiliki suara dengan karakteristik yang lantang.

Ada sejumlah jenis burung pleci yang umum dipelihara di Indonesia, seperti burung pleci dada kuning, burung pleci papua, dan burung pleci bustomi.

 

3.Burung Parkit

Burung Parkit

Jenis burung peliharaan lain yang juga memiliki tubuh berukuran kecil adalah burung parkit (Melopsittacus undulatus) atau yang juga dikenal dengan sebutan budgie.

Karakteristik burung parkit memiliki panjang tubuh sekitar 18 cm dan bobot 30-40 gram. Burung pemakan biji-bijian ini hidup di kawasan kering Australia, sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.

Burung parkit termasuk ke dalam jenis burung paling pintar di dunia, dikarenakan keluarga burung beo ini ternyata memiliki kemampuan otak yang cukup cerdas, lho.

Selain itu juga burung parkit dikenal juga dapat menirukan suara pemilik atau hewan di sekitarnya. Biaya perawatannya pun cukup mudah dan murah untuk para pemula.

 

4.Burung Kacer

Burung Kacer

Burung kacer (Copsychus saularis) merupakan salah satu jenis burung yang rajin bunyi dan dikenal sangat mudah dilatih, sehingga Sobat Pintar dapat memeliharanya dengan mudah.

Secara umum, burung kacer memiliki corak bulu perpaduan hitam-putih. Burung kacer menyebar dari kawasan India hingga Asia Tenggara.

Untuk ukuran tubuhnya, burung kacer memiliki panjang tubuh hingga 19 cm. Hal ini pun sudah termasuk bagian ekor burung kacer yang relatif cukup panjang.

Harga burung kacer tergolong relatif murah hingga mahal, tergantung dari umur, kondisi, suara, dan prestasinya dalam lomba kontes burung kicau, lho.

 

Itulah berbagai jenis burung kecil yang bisa kalian jadikan peliharaan. Semoga bermanfaat.

Tips Merawat Murai

Tips Merawat Burung Murai Pada Musim Hujan

Musim hujan adalah musuh setiap pencinta burung, karena pada musim ini burng menjadi mudah sakit dan kalau tidak dirawat dengan baik bisa menyebabkan kematian. Di musim hujan ini, burung harus bisa diberikan perawatan ekstra, termasuk Burung Murai.

Nah, kali ini kami akan menunjukkan bagaimana cara untuk memelihara Burung Murai pada saat musim hujan agar terhindar dari penyakit.

Merawat Burung Murai Di Musim Hujan

1.Tips Menjemur Burung Murai

Tips Merawat Burung Murai

Hal yang membuat kita bingung saat musim hujan, mungkin adalah bagaimana cara yang tepat untuk menjemur burung Murai kesayangan kita. Nah, kita tidak bisa dengan mudah menentukan kapan mau menjemur burungnya, karena sewaktu-waktu bisa saja hujan.

Cara untuk menjemur burung Murai di musim hujan adalah gunakan kesempatan saat matahari muncul. Jangan sia-siakan matahari yang langka itu.

Tapi bagaimana jika tidak muncul juga matahari selama 1-3 hari? Jika demikian, maka kamu harus memberikan asupan vitamin lebih kepada Burung Murai kesayangan kamu, tujuannya adalah untuk menstabilkan suhu tubuh burung agar tetap di suhu yang normal.

2. Cara Memandikan Burung Murai

Cara Memandikan Burung Murai

Selain dijemur, biasanya kita juga sering memandikan burung Murai kita. Namun, di musim hujan ini apakah masih perlu untuk memandikannya?

Jawabannya, Masih! Ya, ternyata meski musim hujan jangan takut untuk memandikan burung. Mungkin skala pemandiannya bisa dikurangkan dibandingkan dengan biasanya. Namun, jika memang si burung tidak mau mandi, jangan dipaksakan, ya!

Bagaimana cara memandikan burung? Caranya adalah dengan memasukkan air ke dalam kandang, lalu biarkan saja dia di dalam kandang selama 15-20 menit dan angkat kembali, biasanya burung akan dengan mandiri mandi. Jika dia memang tidak mau mandi ya tidak masalah, jangan paksakan dia untuk mandi saat sedang musim hujan.

3. Cara Pengkrodongan Burung

Cara Pengkrodongan Burung

Terakhir yang akan kami bahas adalah bagaimana cara pengkrodongan Burung Murai. Di sini kita harus bisa melihat karakter dari burung Murai yang kita miliki, apakah biasanya ia merupakan burung yang menggunakan Krodong.

Namun, kami menyarankan untuk di musim hujan ini lebih banyak dikerododong. Warna kerodong yang digunakan pun juga merupakan warna yang terang, seperti warna hijau telur asin, putih, dan warna cerah lain.

Lalu jangan juga biarkan kandang Murai kelamaan tanpa adanya Kerodong.

Apa sih kerodong itu? Kerodong merupakan sarung yang biasa digunakan untuk menutupi sangkar burung. Banyak orang yang memanfaatkan ini ketika sedang ingin membawa burung pergi jauh. Dengan menggunakan Kerodong, maka hawa dari luar kandang bisa lebih diminimalisir untuk masuk ke dalam kandang, sehingga suhu di dalam kandang bisa menjadi lebih hangat.

 

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kami berikan untuk kamu yang bingung bagaimana cara merawat burung Murai di saat musim hujan seperti ini. Bagi kamu yang masih baru memelihara burung Murai, maka tidak ada salahnya untuk banyak membaca tips-tips penting agar burung Murai tidak mudah sakit.

Selain 3 tips di atas, kami juga menyarankan untuk tidak telat memberikan asupan kepada burung Murai kamu. Selain asupan makanan dan minuman, pastikan juga asupan vitamin burung Murai bisa terjaga agar ia lebih kebal terhadap penyakit di musim hujan ini.

Jadi apakah kini kamu paham bagaimana memelihara burung Murai dengan lebih baik? Semoga tips yang kami berikan ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya!

Burung Kuntul

Kenali Burung Kuntul, Yuk!

Burung Kuntul, burung yang memiliki ciri kaki panjang dengan warna hitam, gelap, berbulu putih bersih, dan memiliki tubuh yang agak besar dibandingkan dengan burung lainnya.

Ia memiliki keunikan, di mana mencari makan di lahan yang basah. Paruh runcing yang dimilikinya dapat digunakan untuk mengambil mangsa dari dalam air dan kakinya yang panjang dengan piawai melangkah di air.

Sebenarnya kalau dilihat secara fisik, burung ini memiliki ukuran 55-56 cm dan bentangan sayapnya bisa mencapai 88-105 cm. Ini adalah salah satu jenis burung air yang menghabiskan sebagian hidupnya berada di perairan atau tempat yang basah.

Kita bisa menjumpai Burung Kuntul di kisaran sungai, sawah, sungai kecil, dan juga di lumpur.

Burung satu ini hidupnya bergerombol, meski demikian mereka tidak pernah berebut makanan dan bisa mencari makan dengan baik.

kuntul

Cara mencari makan Burung Kuntul sangatlah bervariasi. Ada yang mengawali aktivitas mencari makannya dengan cara melangkah, ada juga yang melakukan aktivitas lainnya saat sedang mematuk mangsa.

Hewan berbulu putih ini sering mencari makan di tempat seperti dataran lumpur, tambat, atau habitat mangrove, karena di sana mereka bisa menemukan banyak ikan, katak, udang, atau juga kepiting.

Mereka memiliki pola unik ketika seang berburu mangsa, biasanya mereka akan mematuk, jika berhasil mendapatkan mangsanya maka ia akan langsung menelannya. Lalu jika gagal, maka mereka akan berhenti 1 kali setiap 10 menit.

Ketika sedang masa berkembangbiak, burung ini akan memunculkan rumbai-rumbai tambahan pada sekitar leher punggung juga dibagian sayapnya. Pada umumnya, musim kawin mereka berawal dari Maret dan diakhiri pada bulan Juli.

Para Burung Kuntul memilih untuk berkembang biak di pohon yang jauh dari aktivitas manusia dan membentuk sarang dengan ranting pohon yang ada. Untuk pengeraman dari telor-telornya, akan membutuhkan waktu 3 minggu. Jumlah telor yang bisa mereka hasilkan kira-kira 2 – 3 telor.

Burung yang dapat makan sepanjang hari ini saat ini tengah terancam oleh perburuan dan juga pemakaian pestisida yang berlebihan. Alih fungsi lahan juga ikut membuat burung ini kehilangan habitat mereka.

burung

Burung Kuntul sendiri merupakan burung yang sangat berperan penting terhadap rantai makanan. Itulah kenapa hewan ini dianggap sebagai salah satu komponen untuk menyeimbangkan lingkungan. Kalau burung Kuntul sampai punah, ini akan sangat mengganggu kestabilan yang ada di ekosistem, terutama di hutan mangrove.

Hal ini karena Burung Kuntul yang bisa makan sepanjang hari, itu membuatnya bisa mengontrol populasi yang ada di habitatnya. Dengan demikian mereka bisa menjadi bio indikator untuk lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Burung yang masuk ke dalam Ordo Ciconiiformers dan family Ardeidae ini bisa ditemukan di seluruh belahan dunia, sebut saja seperti di Eropa, Australia, Afrika, Asia, dan juga di Indonesia.

Kini dari 24 spesies family Ardeidae, setengahnya sudah menjadi burung yang dilindungi. Hal ini tertera pada Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 mengenai pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Nah, itulah beberapa hal mengenai Burung Kuntul, burung yang mirip dengan burung Bangau. Burung satu ini mungkin kini sulit untuk bisa kita temui, itulah sebabnya sekarang kita harus mulai untuk memerhatikan lingkungan dengan tidak menghabiskan lahan tempat tinggal hewan-hewan untuk kepuasan diri kita sendiri.

Jika tidak mulai dari diri kita sendiri, siapa lagi yang mau memulai?

Beberapa Jenis Burung Beracun Yang Terdapat di Dunia

Mungkin ketika sedang membicarakan seputar hewan-hewan beracun, bisa saja kamu memikirkan hewan-hewan seperti ular, kalajengking, laba-laba dan masih banyak lagi.

Tapi tahukah kamu? Bahwa burung juga memiliki spesies yang memiliki racun dalam tubuhnya, beberapa burung tersebut berdiam di Papua dan juga dunia.

Burung-burung ini memiliki racun di bagian bulu dan sekitar permukaan kulitnya, dari beberapa burung beracun tersbut salah satu yang dikenal adalah burung Pitohui.

Hewan yang satu ini merupakan hewan yang cukup ditakuti, bahkan para manusia juga tak berani menangkap burung yang satu ini, dan jika mereka harus menangkap biasanya mereka akan menggunakan sarung tangan untuk melindungi tangan mereka.

Untuk jenis racunnya sendiri, racun yang terkandung oleh burung yang satu ini memiliki nama homobatrachotoxin yang merupakan racun yang terkenal jaringan otak dan bersifat sangat mematikan.

Hal tersebut berlaku untuk sesama hewan, karena terdapaat penelitian dimana racun dari burung tersebut disuntikan ke seekor tikus dan tak lama tikus tersebut langsung mati,

Namun, dampak dari racun itu tidak separah itu jika terkena manusia, biasanya efek yang dirasakan adalah mati rasa, kesemutan, bersin dan gejala kecil lainnya, dan untuk efek yang paling berat adalah kelumpuhan dan kematian.

Mungkin dari beberapa dari kamu bertanya apakah burung yang satu ini bisa dipelihara? Jawabannya tentu saja bisa.

Hal tersebut dikarenakan burung yang satu ini memakan serangga beracun di alam liar, dan apabila mereka tidak memakan serangga beracun, maka secara perlahan bulu mereka tidak akan beracun lagi.

Diketahui juga burung Pitohui memiliki beberapa jenis yang tersebar di daerah Indonesia timur seperti Hooded Pitohui, Variable Pitohui, Rusty Pitohui, White-bellied pitohui, Crested Pitohui, Black Pitohui.

Untuk makanan sendiri, burung yang satu ini memilih beberapa serangga seperti kumbang yang mengandung racun dalam tubuhnya.

Burung ini juga memiliki fisik yang cantic seperti kebanyakan burung lainnya, dan ketika mereka sudah mencapai fase dewasa maka tinggi dari burung ini mencapai 23 sentimeter dengan berat sekitar 65 gram.

Hewan ini hanya bisa dijumpai di hutan hujan tropis dan juga hutan liar yang ada di Papua Nugini, dan burung ini juga memiliki bulu berwarna hitam yang terfdapat pada bagian sayap, kepala, dan juga ekor.

Burung ini sebenarnya tidak bisa dikonsumsi, namun apabila tetap ingin merasakan rasa dari burung tersebut kamu harus mengolahnya dengan orang yang ahli.

Kamu bisa menghilangkan bulu dan juga kulitnya, setelah itu kamu bisa melapisi dagingnya dengan arang dan selanjutnya dibakar ataupun dipanggang terlebih dahulu.

Selain burung Pitohui terdapat juga dua jenis spesies burung lainnya yang memiliki racun yang mematikan, racun keduanya sering disebut sebagai batrachotoxin.

Burung tersebut merupakan burung Little Shrikethrush yang memiliki nama lain Colluricincla Megarhyncha, dan juga Blue-capped ifrita dengan nama ilmiah Ifrita Kowaldi.

Jika kamu pensaran dengan burung tersebut, kamu bisa langsung datang ke Papua, lebih tepatnya di Papua Barat dan Kepulauan Aru dan juga Papua Nugini.

 

Nah, kira-kira itulah sedikit penjelasan mengenai burung yang beracun, ternyata memiliki tampang yang indah dan juga lucu tak menjamin hewan tersebut bisa dipelihara ya.

Semoga dengan adanya article ini wawasan dan juga pengetahuan kamu bisa bertambah sehingga kamu akan lebih tahu mana burung yang beracun dan juga tidak.

Fakta mengenai burung unta

Burung unta merupakan salah satu burung yang cukup ditakuti, burung yang satu ini merpakan burun terbesar yang bahkan masih hidup hingga saat ini.

Burung unta memiliki tinggi sekitar 2,5 meter, tentu tinggi tersebut mengalahkan beberapa pemain basket terkenal sekalipun.

Hewan yang satu ini juga diketahui tidak memiliki kemampuan untuk terbang, dan termasuk kedalam kumpulan primitive yang jarang dikenali orang-orang.

Burung yang satu  ini berasal dari dataran afrika, lebih tepatnya gurun di Afrika utara dan selatan yang merupakan zona khatulistiwa.

Burung unta juga merupakan hewan yang dibudidayakan untuk diambil bulunya yang digunakan sebagai hiasan, selain itu kulitnya juga bisa digunakan untuk bahan tekstil dan dagingya dijual secara komersial.

Hal tersebut karena rasa daging dari burung unta ini mirip seperti sapi dengan berwarna seperti buah cherry, dan memiliki kandungan tinggi zat besi, kalsium, protein.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa burung unta mampu tumbuh hingga tinggi mencapai 2,5 meter dan berat dari burung yang sat ini juga mencapai 100 hingga 120 kilogram loh.

Memiliki ciri-ciri yang ramping, membuat burung yang satu ini tidak bisa diremehkan, karena ia memiliki keunikan dan kelebihan yang unik yang tak dimiliki burung lainnya.

Hewan yang satu ini memilki nama ilmiah yaitu Struthio Camelus, burung ini tak bisa terbang karena ukuran tubuh yang besar membuatnya berat saat terbang.

Kekuatan utama pada burung ini terletak pada kecepatan berlalinya yang bisa mnecapi 70 kilometer perjam, dan hewan yang satu ini tidak bisa dimasukan ke dalam sangkar burung seperti pada umumya karena ukurannya yng besar, maka kandangnya harus seperti alam bebas.

Burung unta juga termasuk kedalam hewan omnivore yang mebuatnya menjadi bisa memakan segalanya, misalnyna saja seperti tumbuhan, sayur, kedelai, ular, kadal, ayam, serangga atau hewan lainnya.

Untuk ukuran telur dari burung yang satu ini juga cukup besar, karena panjangnya bisa mencapai 16 centimeter dengan bobot satu telurnya bisa mencapai 1.5 hingga 2 kilogram.

Burung yang satu ini juga diketahui sangat suka hidup berkelompok, mereka mencari makan dan berinteraksi dengan kawanan yang satu kelompoknya yang berjumlah 10 hingga 50 ekor.

Selain itu burung ini juga peduli satu sama lainnya, karena mereka bisa berbagi tempat untuk pengeraman terlur mereka, namun meskipun begitu mereka tidak akan tertukar antar telurnya.

Burung ini dikatakan sebagai burung yang tak bisa terbang, namun ia memiliki sayap yang ketika dibentangkan maka akan berbentuk sepanjang dua meter.

Kegunaan dari sayap tersebut untuk membantunya berlari, seperti berbelok, berhenti, atau berbalik arah.

Diketahui juga burung ini memiliki ukuran bola mata yang lebih besar ketimbang ukuran otaknya sendiri, untuk bola matanya sendiri diketahui memiliki diameter 5cm dan seringkali burung ini dikatakan sebagai burung yang bodoh.

Ia juga diketahui memiliki leher yang Panjang dengan pajangnya bisa mencapai 1 meter, leher tersebut juga berfungsi untuk memudahkan burung saat melisah musuh dan bisa mengamankan diri lebih cepat.

Paruhnya juga memiliki ukuran yang besar, lebar, namun tak bergigi, meskipun demikian patokan dari burung yang satu ini tetap sangat menyakitkan.

Nah, kira-kia itulah sedikit pembahsan mengenai burung unta yang dikenal sebagai burung paling besaar di dunia.

Semoga dengan adanya artikel ini, pengetahuan kamu bisa bertambah ya.